21:13 WIB - 24 February 2018

Kejebak! Mucikari di Kota Serang Tawarkan PSK ke Polisi

769 Dilihat Fauzi 0 respond
Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

BERITATEN.COM - Satreskrim Polres Serang berhasil membongkar bisnis esek-esek yang belakangan ini marak terdengar di wilayah Kota Serang. Karyono alias Rio (28), seorang mucikari ditangkap petugas saat menyerahkan dua wanita binaannya kepada pria pemesan di areal Le Dian Hotel, Kota Serang pada Rabu 24 Juni 2015 malam.

Dari tangan mucikari, warga Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, ini polisi mengamankan barang bukti uang Rp2 juta serta ponsel.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samelino mengatakan, penangkapan tersangka mucikari ini menyusul adanya laporan dari warga bahwa ada bisnis esek-esek terselubung. Warga menduga para pekerja seks komersial (PSK) berkeliaran mencari pelanggan paska ditutupnya seluruh tempat hiburan sepanjang bulan Ramadhan.

Berbekal dari laporan itu, tim khusus satuan reskrim segera bergerak melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan diketahui identitas pria yang kerap mensuplai PSK kepada pria hidung belang.

Pria yang akrab disapa Rio ini diketahui bekerja pada sebuah kafe di sekitar Terminal Pakupatan. Arrizal mengatakan, pertemuan terjadi setelah ada komunikasi dengan tersangka melalui telepon genggam.

“Saat penangkapan, kami melewati proses penyamaran sebagai pemesan PSK. Pertama kami menghubungi tersangka dan memesan wanita penghibur dengan tarif yang disepakati sebesar Rp2 juta. Agar tidak curiga, pertemuan dilakukan di hotel berbintang di Kota Serang,” ungkap Arrizal, dilansir inilahbanten.com.

Seperti waktu yang telah disepakati, sekitar pukul 23.30 WIB, tersangka Rio datang bersama 2 teman wanitanya. Setelah saling cocok, polisi lantas menyerahkan uang Rp2 juta untuk wanita.

Setelah menyerahkan uang, bukannya dibawa masuk ke dalam hotel, polisi yang menyamar itu langsung membawa kedua wanita itu ke Mapolres Serang dengan menggunakan kendaraan.

“Sedangkan tersangka Rio ditangkap petugas lainnya yang melakukan pengintaian. Untuk kedua wanita, statusnya saksi,” ujar Kasat didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Rezki Parsinovandi.
Kasat mengatakan, tersangka Rio dijerat Pasal 296 dan 506 KUHP tentang dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul untuk mendapatkan keuntungan dengan ancaman hukuman 16 bulan penjara.

Dalam pemeriksaan, Rio seorang pelayan kafe mengakui bisnis prostitusi ini sudah dilakukan selama selama sebulan. Disebutkan, perempuan penghibur itu merupakan wanita yang biasa mangkal di tempat hiburan.

Sebagai mucikari, Rio mengaku mendapatkan keuntungan 20 persen dari setiap transaksi. ”Dari uang Rp2 juta itu, saya dapat Rp400 ribu. Saya cuma iseng, uangnya buat tambah-tambah biaya hidup sehari-hari,” aku Rio. (*)

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Petugas PLN dan Damkar Cilegon memeriksa sumber asap di Gedung PCM, kantor Kesbanglinmas Cilegon, Jumat 26 Juni 2015.

Instalasi Listrik Buruk, Gedung 4 SKPD di Cilegon Rawan Kebakaran

internet

Diduga Ada Main, Panwaslu Pandeglang Ganti Peserta Lulus Panwascam dengan Nama Lain

Related posts

Komentar