22:00 WIB - 25 May 2018

Eks Napi Tidak Elok Dicalonkan dalam Pilkada

329 Dilihat Rizki Pratama 0 respond
Foto: sindo
Foto: sindo

BERITATEN.COM - Dalam keputusannya, Mahkamah Konstitusi (MK) membolehkan mantan narapidana bisa turut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Hal itu tertuang dalam putusan MK Nomor 42/PUU-XIII/2015.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto mengatakan, para pemimpin harus memiliki rekam jejak yang baik. Pasalnya hal tersebut akan memperngaruhi paradigma masyarakat jika rekam jejak salah satu calon pernah mendekam di balik jeruji besi.

“Intinya kita melihat pemimpin di suatu daerah harus bersih secara moral dan etika. Dari sisi etika (eks napi -red) tidak elok untuk dicalonkan,” ujar Yandri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang keterlibatan mantan narapidana untuk bisa ikut dalam Pilkada. Sebab, ia khawatir akan ada penolakan dari masyarakat terhadap calon kes napi tersebut.

“MK sekali lagi (harus) membatalkan itu. Karena takut penolakan masyarakat sangat tinggi,” tegasnya.

Sebelumnya, MK menganulir larangan mantan narapidana untuk mencalonkan diri sebagai peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada), Kamis 9 Juli 2015.

MK memutuskan bahwa Pasal 7 huruf g UU tentang Pilkada dinyatakan inkonstitusional bersyarat sepanjang narapidana yang bersangkutan jujur di depan publik. Namun, putusan ini tak berlaku bagi mantan Napi yang sejak awal sudah dicabut hak politiknya. (okezone)

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Foto: Internet

Imbas Arus Mudik Lebaran 2015

Foto: Goggle

KPK Perpanjang Masa Penahanan Tersangka Suap DPRD Muba

Related posts

Komentar