21:19 WIB - 24 February 2018

Anggota Polair Banten Dilaporkan Aniaya Gadis di Merak, Sebabnya Cinta Ditolak

5766 Dilihat Fauzi 3 responds
Kondisi ABC setelah menjalani perawatan usai dianiaya oknum anggota Polair Polda Banten, Minggu 28 Juni 2015. Foto: Yusvin
Kondisi ABC setelah menjalani perawatan usai dianiaya oknum anggota Polair Polda Banten, Minggu 28 Juni 2015. Foto: Yusvin

BERITATEN.COM - Tidak terima putri , berinisial ABC, seorang gadis berusia 18 tahun, warga Linkungan Baru I Rt 04/04, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, dianiaya pada Minggu (28/6/2015) dinihari sekitar pukul 03.00 Wib, Marhan (52) melapor oknum anggota Polair Polda Bantenke Polsek Pulomerak.

Dalam laporannya dengan LP Polisi nomor : LP/56/VI/2015/Banten/Res Cilegon/Sektor Pulomerak tanggal 28 Juli 2015, kepada petugas piket jaga Polsek Pulomerak, Marhan bersama korban ABC yang menderita luka robek di bagian bibir dan luka lebam dilengan tangan kiri mengatakan, pelaku menganiaya korban karena cemburu, dan cintanya ditolak.

Menurut korban, kejadian tersebut bermula ketika Sabtu sore (27/6) pukul 17.30 WIB, korban hendak keluar rumah untuk menemui pacarnya bernama M Ade Firmansyah (23).

Secara bersamaan, pelaku yang sudah sejak lama menaruh hati dengan korban, melihat korban. Kemudian pelaku menemui korban, dan sambil mengancam memaksa agar korban mau ikut dengan pelaku.

“Saya terpaksa mau ikut naik ke motor pelaku, karena pelaku sering sekali mengancam akan membunuh saya dan pacar saya jika saya menolak untuk ikut. Pelaku sudah sejak lama mengatakan isi hatinya kepada saya, tapi saya menolak, dan saya mengatakan saya sudah punya pacar,”ujar korban ABC.

Selanjutnya, setelah saya ikut naik ke motor, pelaku membawa saya ke tempat tinggalnya di asrama Polair yang beralamat di Lingkingan Baru II. “Jarak rumah kami dengan asrama Polair Polda Banten, hanya sekitar 500 meter,” kata Marhan, ayah korban ABC.

ABC menambahkan, setiba di depan rumah dinasnya, setelah turun dari motor, pelaku lalu menarik paksa korban masuk kedalam kamar pelaku. “Begitu masuk ke dalam kamar, pelaku langsung marah-marah dan meninju lengan kanan saya, dan juga menendang kaki saya,”tutur korban.

Menurut korban, sambil marah dan terus memukul hingga bibir korban robek, pelaku mengatakan, “Kenapa kamu ada waktu untuk dia (pacar korban bernama M Ade Firmansyah red-), tapi kamu tidak mau dan tidak ada waktu buat saya. Kalau kamu memilih dia, liat aja. Suatu saat sewaktu saya memergoki kamu berdua dengan dia naik motor, akan saya tendang motornya sampai jatuh, dan kalian berdua akan saya bunuh,” kata korban menirukan ucapan pelaku sewaktu pelaku melakukan penganiayaan didalam kamar rumah dinas pelaku di asrama Polair Polda Banten.

Akibat penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Polair Polda Banten, Briptu JS tersebut, korban yang baru lulus dari SMA Negeri IV Suralaya, Pulomerak, Kota Cilegon ini, harus mendapatkan 10 jahitan di bibir mulutnya.

“Saya dibawa ke RS Krakatau Medika (RSKM) Cilegon oleh tantenya pelaku. Malam itu setelah mengetahui mulut saya pecah dan mengeluarkan darah, pelaku memaksa membawa saya kerumah saudaranya di Kapling Cilegon. Selanjutnya, oleh saudaranya, sekitar jam 1 malam, saya dibawa ke RSKM untuk mendapatkan pertolongan medis,”ujar korban.

Kemudian, setelah mendapatkan 10 jahitan dibibir, oleh tantenya pelaku saya dibawa lagi kerumah saudara pelaku di daerah Ramanuju Cilegon.

“Di tempat itu, pelaku dan semua saudaranya meminta maaf kepada saya, dan mengakui kesalahan dari perbuatan pelaku. Pelaku dan semua saudaranya, meminta agar penganiayaan itu tidak usah dilaporkan kepada orangtua saya,” terang korban.

Namun belum sempat korban pulang ke rumah, malam itu sekitar pukul jam 03.00 Wib, orangtua korban ABC, Marhan sudah keburu tiba di rumah saudara pelaku bersama beberapa orang keluarga korban, didampingi Ketuaa RW04, Lingkungan Baru I, bapak Tatang Buang.

“Melihat kondisi anak gadis saya keadaannya seperti itu, dimana mengalami luka robek dibibir dan luka lebam dilengan tangan kirinya, sayaa bersama semua keluarga dan ketua RW, langsung membawa anak saya ke Polsek Pulomerak membuat laporan,”Marhan menimpali.

“Saya meminta, agar kasus ini ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yanng berlaku di Neggara Repulik Indonesia, dan pelaku harus dipecat dari Kepolsian, karena perbuatan pelaku sudah mencoreng nama baik Kepolisian Republik Indonesia,” Marhan menambahkan.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Pulomerak, Kompol Wiwin Setiawan, didampingi Kanit Reskrim, AKP I Ketut Kesumajaya, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi, serta terlapor, yakni Oknum anggota Polair Polda Banten.

“Tadi pagi (Minggu 28/6/2015 red), terlapor yang sebelumnya kami amankan di Polsek Pulomerak, sudah dijemput oleh Provost Polair Polda Banten. Silahkan ke Polair jika ingin lebih jauh memperoleh data-data terkait kasus tersebut,”ujar Ketut. (daeng yus)

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Bendera PDIP.  Foto: Riaupos

Jokowi Terus Didesak PDIP Reshuffle Menteri Bidang Ekonomi

Ilustrasi bayi tidur.

Di Lebak, Mayat Bayi Ditemukan Pemulung Terbungkus Plastik di Tempat Sampah

Related posts

Komentar