21:46 WIB - 25 May 2018

Ini Kata Pakar Hukum Trisakti Soal Kredit Macet

633 Dilihat Fauzi 0 respond
Ilustrasi kredit macet. Foto: internet
Ilustrasi kredit macet. Foto: internet

BERITATEN.COM - Kasus kredit macet tidak selalu dibawa ke ranah korupsi. Namun, bisa diselesaikan secara perdata dengan pembayaran kerugian di pengadilan. “Melihat kredit macet, bisa dilihat dari dua sisi apakah adanya ketidakmampuan bayar debitur, atau murni ada pelanggaran hukum,” kata pakar hukum Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Kata dia, dalam penanganan kasus tersebut, penyidik harus berhati-hati dalam menanganinya. “Namun debitur itu memiliki jaminan, tentunya yang disita,” sambungnya.

Sebenarnya dalam kredit macet, lanjut dia, dimulai dengan tahapan perdata seperti adanya perjanjian atau akad kredit, kemudian dilihat dari sisi legal standing-nya.

“Yang menjadi masalah terkadang, asas praduga tidak bersalah itu berlaku dibalik, diberikan kepada orang yang tidak bersalah, itu faktanya,” tegasnya.

Fickar menjelaskan, hukum kredit macet masuk dalam keperdataan, di saat orang itu memanfaatkan, maka bisa masuk ke ranah korupsi.

Sementara itu, Kepala Ekonom BCA, David Sumual mengatakan, sejumlah faktor pemicu munculnya kredit macet, di antaranya sistem analisis kredit yang kurang baik.

“Administrasi sistem informasi kurang baik, demikian juga tata perbankan seperti agunan yang kurang,” katanya.

Dan yang terparah, sambung dia, ada oknum bank yang bermain dalam penyaluran kredit macet itu.

“Hal itu menjadi salah satu faktor menyumbang kehadiran kredit macet. Sayangnya di Indonesia belum ada ada biro kredit yang bisa diakses oleh perbankan,” tutupnya. (okezone)

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Sekda Cilegon Abdul Hakim Lubis ujicoba kartu pegawai yang natinya berfungsi tarik tunai di ATM, Kamis 25 Juni 2015.

Pemkot Cilegon dan BJB Kerjasama, PNS Tarik Gaji Pakai Kartu Pegawai

Anggota Kodim 0623 Cilegon tampak melayani warga yang membeli gula murah dalam Operasi Pasar Koperasi Kodim, Jumat 26 Juni 2015.

Jual Gula Pasir Rp 10.500/Kg, Makodim Cilegon Diserbu Warga

Related posts

Komentar