21:18 WIB - 24 February 2018

Masa Orientasi Siswa dengan Kekerasan Dinilai Tidak Mendidik

549 Dilihat Fauzi 0 respond
Mos

BERITATEN.COM, Banjarmasin : Masa Orientasi Siswa (MOS)  merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru. Kegiatan ini  lazim dijumpai hampir di tiap sekolah  mulai dari tingkat SD hingga SMA. Namun, tak jarang kegiatan tersebut dinilai berlebihan oleh banyak pihak.

Pengamat pendidikan Prof Karyono Ibnu Ahmad menilai, masa orientasi siswa seharusnya diisi dengan perkenalan lingkungan sekolah serta contoh teladan yang baik dengan kegiatan yang mengandung nilai positif.

Selama ini, menurutnya, kegiatan MOS  banyak diisi dengan hal yang lebih banyak menguras fisik dan mental sehingga memberikan tekanan  pada anak.

“Menanamkan disiplin seharusnya bukan dengan kekerasan. Apalagi hal-hal seperti disuruh membeli barang untuk dibawa ke sekolah, namun karena barang tersebut sudah diborong oleh panitia MOS sehingga habis, anak itu pun dihukum. Itu jelas tidak mendidik,” tegas Prof Karyono Ibnu Ahmad, Sabtu (25/7/2015).

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, MOS sudah dilaksanakan dari tanggal 22 Juli lalu. Selama mengikuti kegiatan tersebut, sejumlah anak mengaku kerap mendapatkan hukuman dari kaka kelas atau seniornya. Seperti pengakuan M Agi Syahrijal, salah seorang siswa baru  di SMK Negeri 2 Banjarmasin.

“Saya disuruh pake topi yang terbuat dari bola yang dibelah dua. Sering juga dihukum kakak kelas, katanya sih supaya taat sama peraturan disini,” ungkapnya.

Dengan dalih dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan, MOS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Namun, terlepas dari itu, masih saja ada beberapa sekolah yang membiarkan kegiatan MOS disertai dengan aksi kekerasan.

Padahal, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sudah mengingatkan bahwa Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun ajaran baru boleh dilakukan, asal tanpa adanya kekerasan.

Sumber: rri/c2

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Ilustrasi beasiswa. Foto: google

Ada Beasiswa Kuliah dari Kemenkop RI, Batas Akhir 14 Agustus 2015

Ilustrasi

Pemerintah Rusia Wacanakan Satu Pria Wajib Beristri Dua

Related posts

Komentar