21:19 WIB - 24 February 2018

Hormati Tradisi Kawalu, Wisatawan Dilarang Masuk Baduy Dalam

409 Dilihat Azis Juniyanto 0 respond
baduy

BeritaTen.Com- Besok nanti18 Februari 2016 akan diadakan tradisi adat yang dilakukan oleh masyarakat suku Baduy Dalam. Tradisi tersebut bernamakan Kawalu, dimana selama waktu tertentu wisatawan dan masyarakat luar dilarang memasuki daerah Baduy Dalam.

Seperti dilansir dari ……, bahwa wisatawan dari dalam negri maupun mancanegara diminta untuk menghormati dan menghargai tradisi ritual adat peninggalan nenek moyang itu. Kawalu dilaksanakan selama tiga bulan dengan khusuk dan sederhana serta dijalankan dengan berpuasa, berdoa kepada yang maha kuasa meminta keselamatan, kesejahteraan dll.
Tradisi kawalu tersebut berlangsung sejak nenek moyang hingga kini masih dipertahankan oleh suku asing Baduy.

Selama perayaan kawalu, wisatawan domestik maupun mancanegara dilarang memasuki kawasan Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawartana dan Cikeusik.

Warga Baduy sambil berdoa meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar negara ini diberikan rasa aman, damai, dan sejahtera.

“Kalau negara ini aman dan damai tentu masyarakat akan sejahtera,” katanya.

Menurut Saija, larangan tersebut nantinya dipasang peringatan di pintu gerbang Baduy di Ciboleger agar pengunjung menaati hukum adat.

Sebab, tradisi kawalu warisan nenek moyang yang harus dilaksanakan setiap tahun, dirayakan tiga kali selama tiga bulan dengan puasa seharian.

Perayaan kawalu merupakan salah satu tradisi ritual yang dipercaya oleh warga Baduy Dalam sehingga perlu menghargai dan menghormati keyakinan agama yang dianut mereka.

“Selama melaksanakan Kawalu, kondisi kampung Baduy Dalam sepi karena mereka berpuasa dan banyak memilih tinggal di rumah-rumah,” katanya.

Penggiat Masyarakat Baduy, Asep mengatakan, selama kawalu perkampungan Baduy Dalam tertutup bagi pengunjung, sekalipun itu pejabat daerah ataupun pejabat negara.

Mereka menjalankan kawalu karena peninggalan adat yang turun temurun dan harus dilaksanakan.

 

Setelah berakhir perayaan kawalu, lanjut Asep, tentu pengunjung diizinkan kembali mendatangi kawasan Baduy Dalam.

Asep menjelaskan, setelah kawalu, satu bulan yang akan datang merayakan acara “Seba” dengan mendatangi bupati dan Gubernur Banten dengan membawa hasil-hasil bumi (pertanian).

“Setiap ‘seba’ mereka masyarakat Baduy akan membawa hasil pertanian ladang, seperti gula merah, pisang dan petai,” katanya. (*)

Sumber

 

 

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
tips-hindari-copet-di-malam-tahun-baru-gfXDhOg3kA

Tips Menghindari Copet di Malam Tahun Baru

dr. fidiansyah

Dr. Fidiansyah Sebut LGBT Salah Satu Gangguan Jiwa

Related posts

Komentar