17:48 WIB - 21 February 2018

Galian C Ancam Bangunan SMPN 1 Cibadak, Pihak Sekolah Ketakutan

467 Dilihat Fauzi 0 respond
Ilustrasi
Ilustrasi

BERITATEN.COM – Sebuah aktivitas penggalin tanah yang masuk kategori galian C di Jalan Arip Rahman Hakim, Kampung Keong, Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, mengancam keberadaan bangunan SMPN I Cibadak.

Ini karena jarak antara galian dengan tempat pendidikn tersebut hanya sekira 3 meter saja. Atas kondisi itu, pihak sekolah mengeluh, khawatir galian tersebut tidak hanya mengancam bangunan sekolah, tetapi juga bisa jadi bencana berupa longsor dan bangunan ambrum yang dapat menelan korban jiwa.

Galian yang berada di belakang Mapolsek Cibadak itu cukup dalam sekira 10 meter.

Kepala SMP Negeri 1 Cibadak, Supardi mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Cibadak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Cibadak. Hal itu karena sejauh ini pengusaha galian ataupun pemilik tanah tidak berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Memang tanah tersebut hak milik. Namun, dikawatirkan akan merusak asset pemerintah, salah satunya bangunan sudah mulai ambruk dan ditakutkan menelan korban,” katanya kepada wartawan saat temui dikantor UPTD setempat sekira pukul 10.30 Wib, dilansir inilahbanten.com, Selasa 7 Juli 2015.

Dijelaskan Supardi, sebelumnya Suprapto, pemilik tanah sudah menginformasikan melalui pemerintah desa setempat. Bahwasanya tanah yang jaraknya dekat dengan batas sekolah agar dibeli pihak sekolah dengan panjang 50 X 100 ribu dengan harga Rp 15 juta.

“Uang dari mana sekolah sebesar itu? Iya ada dana BOS (bantuan operasional sekolah), namun bukan diperuntukan membeli tanah,” ungkapnya.

Salah satu guru SMPN I Cibadak, Asep (40) menambahkan, pihak sekolah sudah membicarakan dengan pihak kepala desa. Bahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada pemilik tanah.

“Kata kepala desa hasil pertemuan dengan pemilik tanah, pemilik tanah welcome dengan pihak sekolah untuk mendiskusikan galian tanah tersebut,” ujar Asep.

Ditempat yang sama Kepala UPTD Pendidikan Cibadak, Nursewanto menyatakan, terkait galian C pihaknya hanya bisa menyarankan untuk langsung kepada Kepala Dindikbud Kabupaten Lebak. Karenanya, pihak UPTD tidak ada kewenangan terkait perkara galian tanah tersebut.

“Saya pribadi sangat menyayangkan terhadap pemilik tanah yang minim koordinasi dengan pihak sekolah. Ini kan menyangkut aset pemerintah, bahkan mengancam bahaya longsor dan keselamatan ratusan siswa,” ujar dia menyesalkan.

“Selain longsor, bangunan rusak dan dapat membahayakan kepada siswa siswi SMP Negeri 1 Cibadak. Saya berharap pemilik tanah memberikan keamanan dengan memasang pembatas, tidak seperti ini membuat kekhawatiran,” harap Nursewanto. (*)

 

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Internet

Novel Karya Pramoedya Jadi Materi Kuliah di London

ilustrasi

Tanda Lailatul Qodr Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

Related posts

Komentar