22:39 WIB - 20 May 2018

Bangun Karakter, Anak SD di Jepang Siapkan Makan Siang Sendiri

394 Dilihat Angga Wijaya 0 respond
siswa jepang

Video

BERITATEN – Saat ini Indonesia tengah menggalakkan pendidikan karakter di seluruh sekolah Indonesia. Berbagai metode dan inovasi pun kerap kali digunakan oleh guru dan lembaga pendidikan untuk mewujudkannya. Salah satu alternatif dalam membangun karakter adalah dengan mencontoh apa yang dilakukan siswa-siswi SD di Jepang.

Dilansir dari keepo.me bahwa di sekolah Jepang, makan siang disiapkan di dapur oleh para koki dapur yang dipekerjakan, dan mereka menggunakan bahan-bahan makanan segar, bukan makanan beku. Tapi para muridlah yang mengantarkan kereta makanan tersebut ke kelas-kelas mereka sendiri dan menyajikannya kepada teman-teman sekelasnya.
Tapi bukan cuma itu, setelah makan siang para murid pun membersihkan piring-piring mereka sendiri, lalu melanjutkan tugas bersih-bersih dengan membersihkan debu, nyapu, ngepel lantai di kelas mereka, lorong kelas, dan juga seluruh daerah lain di sekolah.
Guru SD Kyoko Takishima menjelaskan bahwa anak-anak melakukan ini untuk membangun kepercayaan diri dan untuk mempersiapkan diri mereka menuju kedewasaan.
Alice Gordenker, penulis di The Japan Times, menjelaskan bahwa hal ini juga membantu anak-anak untuk lebih menghargai lingkungan sekitar mereka.

“Mereka belajar bahwa lebih baik tidak membuatnya kotor kalau akhirnya mereka sendiri yang harus membersihkannya.”
Gordenker juga menyinggung kebiasaan di beberapa sekolah yang menurut dia sangat menarik.

“Sekelompok siswa kelas 6 dikirim ruangan kelas 1 untuk membantu adik-adik kelas mereka membersihkan ruangan kelas. Banyak sekolah yang menyajikan interaksi antara kelas atas dan kelas yang lebih rendah karena banyak anak-anak di Jepang yang hitorikko (anak tunggal). Para guru percaya siswa yang lebih tua perlu untuk membantuk anak-anak yang lebih muda. Dan anak-anak kecil tersebut butuh role model yang lebih tua.”

Tapi bukan berarti orang Jepang tidak mempunyai petugas kebersihan. Tukang sapu, yang disebut yomuin, masih dipekerjakan oleh pihak sekolah untuk menangani pemeliharaan dan perbaikan, membersihkan area yang bukan tanggung jawab para siswa (tidak semua sekolah meminta para murid untuk membersihkan toilet, contohnya), dan untuk lebih membersihkan secara mendalam dari apa yang sudah dibersihkan oleh para siswa.
Budaya seperti ini juga perlu diterapkan di Indonesia, supaya para generasi muda juga dibiasakan untuk jadi lebih mandiri, cinta kebersihan, dan merawat apa yang menjadi milik dan kegunaan mereka. Daripada harus disibukkan oleh gadget pada waktu jam istirahat.

 

Don't miss the stories followBeritaTen.com and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
ilustrasi tidur di kelas

Maret 2016, Pelajar Purwakarta Dibolehkan Tidur di Kelas

test gambar

Gambar Ini Akan Menunjukkan Siapa Dirimu Sebenarnya

Related posts

Komentar